Emotional Coaching untuk Anak Berkebutuhan Khusus: Dari Tantrum ke Komunikasi

Mengasuh anak berkebutuhan khusus punya cerita dan tantangannya sendiri. Ada hari-hari ketika kemajuan kecil mereka membuat kita tersenyum bangga. Tapi ada juga hari ketika emosi anak tiba-tiba meledak: menangis keras, menjerit, memukul, atau berguling di lantai, seolah tanpa alasan.

Ada saja yang berkomentar, “Kenapa sih kok anaknya begitu?” “Anaknya susah diatur ya?”.

Tapi Anda paham, yang terjadi bukanlah kenakalan melainkan emosi besar yang belum bisa ia ungkapkan dengan cara yang lebih tepat.

Dibalik setiap ledakan emosi, ada pesan yang belum mampu tersampaikan. Anak sedang berusaha menyampaikan maksud hatinya, hanya saja, kemampuan bahasanya belum mampu mengikuti perkembangan emosinya.

Di sinilah emotional coaching berperan penting. Pendekatan ini bukan sekadar menenangkan anak saat marah, tetapi mengajarkan mereka untuk mengenali, memahami, dan menyampaikan perasaan dengan cara yang lebih sehat.

Apa itu Emotional Coaching?

Emotional coaching adalah cara orang tua mendampingi anak mengenali, memberi nama, mengekspresikannya dan belajar mengaturnya dengan cara yang aman dan diterima sosial. 

Prinsipnya adalah: Emosi itu BOLEH, Perilakunya yang DIATUR!

Kita menerima dulu apa yang anak rasakan, sambil tetap membimbing mereka mengekspresikan emosi dengan cara yang tepat dan aman. Semua perasaan valid, tapi cara menyampaikannya perlu diarahkan ke pilihan yang lebih tepat.

Ketika anak merasa dimengerti, mereka merasa lebih aman dan lebih percaya.

Emotional coaching bukan sekedar metode, ini adalah keterampilan hidup yang akan mereka bawa sampai dewasa.

Di Balik Tantrum dan Teriakan, Ada Emosi yang Ingin Didengar

Tantrum, teriakan, atau bahkan perilaku agresif sering kali menjadi cara anak “berbicara” ketika mereka tidak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Ketika anak tiba-tiba menangis keras, menolak instruksi, mendorong teman, atau justru diam dan menghindar, itu bisa menjadi sinyal bahwa mereka sedang kewalahan oleh emosi seperti marah, kecewa, cemas, atau takut. 

Perilaku yang terlihat menyulitkan tersebut sebenarnya adalah panggilan untuk dipahami, bahwa ada emosi yang ingin didengarkan dan dibantu untuk diekspresikan dengan cara yang lebih tepat.motional Coaching untuk Anak Berkebutuhan Khusus: Dari Tantrum ke Komunikasi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *